5W1H

Dr. H. Soekarwo, M.Hum (Gubernur), Ulama, dan Tokoh Masyarakat Jawa Timur hadir untuk Festival Menulis 1000 Yatim oleh YAS

Dr. H. Soekarwo, M.Hum (Gubernur), Ulama, dan Tokoh Masyarakat Jawa Timur hadir untuk Festival Menulis 1000 Yatim oleh YAS, Ramadhan 2010

SINERGI

Mengapa Yayasan Al madina Surabaya (YAS) ikut-ikutan mendirikan panti asuhan di Surabaya? Bukankah di Surabaya sudah banyak panti asuhan? Terus, apa yang akan membedakan panti asuhan YAS dengan yang lain?

Pertanyaan di atas menjadi ’cambuk’ YAS untuk menjadi panti asuhan ”pertama”. Karena panti asuhan lain belum melakukannya. Karena panti asuhan lain belum bisa melaksanakannya. Karena panti asuhan lain belum memikirkannya, dan seterusnya.

Maka lahirlah ide kegiatan ”Festival Menulis 1000 yatim” dan ”penerbitan buku karya anak yatim” oleh YAS.

Kedua kegiatan tersebut ternyata belum mampu menjadikan anak-anak yatim itu mandiri, khususnya secara finansial, meski skill menulis dan royalti buku itu mereka peroleh.

Mengapa finansial yang menjadi fokus? Sekali lagi, itu karena:

  1. Dan hendaklah takut kepada Allah SWT, orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka generasi yang lemah… “ (Q.S.  An-Nisa : 9)
  2. Hendaklah kamu berdagang atau berbisnis, karena di dalamnya terdapat 90% pintu rezeki” (Al Hadits)
  3. Nasehat Luqman al Hakim: “Wahai anakku, Bekerja keraslah agar selamat dari kefakiran, karena kefakiran menyebabkan tiga hal: lemah agamanya, lemah akalnya, dan hilang kewibawaannya. Dan yang paling berbahaya dari itu semua adalah manusia meremehkannya”.

Satu lagi, karena figur yatim terbaik, Rosulullah Saw telah memberikan teladan supaya kita melatih berbisnis. Muhammad Saw sudah berdagang sejak usia 10 tahun sampai dengan 40 tahun. Padahal usia kerosulannya dimulai pada usia 40 tahun sampai dengan 63 tahun. Artinya, masa entrepreneurship Nabi lebih lama dibandingkan dengan usia dakwahnya.

Maka lahirlah ide KidsPreneur khusus untuk anak-anak yatim SD-SMP (9-15 tahun). Merealisasikan ide ini tentu membutuhkan partner, maka YAS memilih Universitas Ciputra tahun 2011-2014 untuk support pengadaan sumberdaya manusia (mentor), pengadaan kurikulum (sistem), dan jaringan (networking). Kemudian disusul MoU (2014-2019) dengan Fakultas Ekonomi Bisnis Unair. Alhamdulillah, mereka antusias.

Ide Awal, Sang Inspirator

Alisa Dzihni Al Fatihah (Alis) puteri kedua dari Ketua YAS, Syarif Thayib adalah sang inspirator KidsPreneur. Meski baru kelas 5 SD ketika itu, ia sudah terampil berbisnis. Setiap hari ke sekolah membawa tas tambahan berisi kue kering untuk dijual. Caranya, setiap jam istirahat, tanpa malu, jajanan yang ia bawa, ditaruh di atas meja kelasnya, sejurus kemudian, teman-temannya pada datang membeli.

Gadis kelahiran 28 April 2001 itu sudah memiliki tabungan 2 juta setelah 6 bulan berbisnis. Tidak satupun orang yang menyuruhnya untuk melakukan hal itu, bahkan tidak jarang, kedua orang tuanya dibuat geli mendengar cerita siswi SD Al Hikmah ini yang beberapa kali harus keliling class to class menjajakan dagangannya yang belum laku.

Sejak itu, Syarif Thayib menggagas KidsPreneur, yaitu kursus kewirausahaan khusus anak-anak. Alis, yang masih memiliki orang tua lengkap saja begitu bersemangat untuk mandiri, apalagi anak-anak yatim yang secara fitrah lebih memiliki gen mandiri, sebagaimana Muhammad Saw, figur yatim paling sukses dalam bisnis, dengan memulai praktek KidsPreneur sejak usia 6 tahun.

Alisa menguatkan risetnya Harvard Business School, bahwa praktek KidsPreneur justru membuat prestasi akademik jadi membaik, logic mathematic-nya makin tajam, dalam melakukan analisis problem solving lebih detail, dan seterusnya.

Mengajak Universitas Ciputra dan Fakultas Ekonomi Bisnis Unair, akhirnya gagasan KidsPreneur itu terwujud.