Anak yang Cerdas, Kreatif & Berakhlak Mulia

Bagaimana cara mendidik anak yang Cerdas secara Emosional maupun Intelektual ?

Anak yang Cerdas, Belum tentu secara otomatis memiliki MORAL yang Baik. Ada anak yang Cerdas, Tapi berperilaku suka membangkang, mudah tersinggung, maupun mudah ngambek. Atau sebaliknya, Memiliku MORAL yang baik, Tapi kecerdasannya dibawah rata-rata. Nyatanya, Kematangan Emosi anak menjadi penentu kunci masa depan.

Trend yang marak tahun-tahun belakangan ini hingga menjelang akhir tahun 2014, adalah menyeruaknya kasus-kasus Penyimpangan kepribadian para generasi penerus bangsa. Terjerumus dalam Narkotika, Hinga menjadi pengedar munculnya video-video mesum, kesurupan missal, terlibat tindak terorisme hingga terulangnya kasus-kasus lama nan laten seperti tawuran antar pelajar.

cara mendidik anak, cara mendidik anak yang baik, mendidik anak, anak cerdas, cara mendidik anak balita , cara mendidik anak secara islami, mendidik anak dalam islam, cara mendidik anak menurut islam, cara mendidik anak usia 2 tahun, cara mendidik anak usia 3 tahun

Pentingnya perang Orang tua dalam mendampingi langsung sang buah hati

 

Untuk itu dalam tulisan ini kami Yayasan Almadina Surabaya ingin mereview kembali tentang masalah-masalah tersebut, dan juga kami bahas secara khusus bagaimana menemukan AKAR dan SOLUSI Tumbuh kembang Anak, kami mengangkat secara khusus sumber masalah yang diidap oleh kalangan penerus bangsa ini.

Dalam tulisan ini kami mengangkat fenomena di balik radikalisasi perilaku pelajar. Kami mengundang Psikolog dunia pendidikan #Surabaya, Dra. Ervira Kuswandani, Psi. Ervira memberikan Solusi pentingnya pemberdayaan karakter anak di ruang keluarga. Ia mencontohkan salah satu keluarga yang hidup di tengah pelacuran dan kondisi lingkungan yang buruk, tidak otomatis mempengaruhi kepribadian anak dalam keluarga tersebut. Kuncinya adalah pemberdayaan OPTIMAL penempaan dan pendampingan sang anak dari Kedua Orangtuanya.

Tidak juga ketinggalan Psikolog Universitas Tujuh Belas Agustus (UNTAG), Surabaya, Dr. Igaa Noviekayanti, Menurut belia, Pemberian kasih-sayang yang cukup untukan merupakan GIZI MENTAL yang dapat menghidupi kearifan perilaku anak . Anak yang tidak menerima Gizi Mental seorang ibu, cenderung menimbulkan kerusakan mental kepribadian di masa depannya

Selanjutnya adalah pemerhati Pendidikan Nasional, Prof. Daniel M. Rosyid Phd, Yang menekankan pentingnya bagi yang mau memasuki jenjang pernikahan, agar terlebih dahulu mengikuti pelatihan menjadi sosok kedua orang tua yang tepat dan baik, supaya dapat menghasilkan generasi anak yang Cerdas, Kreatif dan Berakhlak Mulia.

Guru Besar ITS Itu juga menyatakan bahwa anak jangan hanya dilatih menguasai pelajaran. Akan tetapi, Juga dilatih Bagaimana menguasai dirinya dalam menyikapi Benturan baik dan buruk dalam pergaulan. Solusiya adalah membentuk kemampuan analisis mereka sehingga mampu memilah dan memilih mana yang pantas dan mana yang bermanfaat dan mana yang bias membawa keburukan bagi masa depan.

 

 

 

One Response to Anak yang Cerdas, Kreatif & Berakhlak Mulia

  1. […] itu sendiri sudah dilaksanakan dari dulu kala oleh Sayyidina ‘Ali, Berikut sekelumit Kisah Keutamaan Sedekah dari Sayyidina Ali […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *